Gejolak Massa Makin Memanas, PHMI Desak DPR-Pemerintah Penuhi Beberapa Tuntutan

Spread the love

PHMI | Jakarta – Maraknya aksi demonstrasi di berbagai kota dan daerah belakangan ini semestinya menjadi momen intropeksi diri bagi para elite politik, elite bangsa terutama wakil rakyat. Hal itu disampaikan oleh Hermanto, S.Pd.K., S.H., CPS., CLS., CNS., CHL selaku Ketua Umum PHMI, (31/8/25).

DPR dan Pemerintah harus mengingat kembali bahwa setiap program, kebijakan dan perundangan haruslah berorientasi  pada pembangunan Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat.

Hermanto menuturkan kalaulah dalam kebijakan, program dan keputusan yang diambil pemerintah, namun tidak diterima oleh rakyat yang merupakan sang pemilik kedaulatan tertinggi, maka DPR dan Pemerintah harus mendengar dan mencari solusi terbaik guna kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Perlu diingat, bahwa cukup jelas dikatakan dalam Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berbunyi, “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar” Hal ini menegaskan bahwa kekuasaan tertinggi dalam negara berada pada rakyat.

Baca juga :  Ketum PHMI Mendukung Kebijakan Gubernur Jabar Larang Study Tour

Menanggapi gejolak yang terjadi dan semakin memanas PHMI mendesak DPR-Pemerintah segera penuhi tuntutan rakyat. Karena sejatinya Pemerintah ialah untuk melayani rakyat dan parlemen haruslah benar beanar menjadi wakil rakyat yang merakyat.

PHMI mendesak agar DPR dan Pemerintah segera mengambil Kebijakan yaitu:

  1. Batalkan kenaikan pajak dan Reformasi Kebijakan serta Tarif Pajak yang mencekik Masyarakat
  2. Segera buat Grand Design pajak sebagai dasar acuan dalam memuat rancangan besar arah pembangunan system pajak bangsa, untuk menghindari Penyalagunaan Wewenang Oknum Dalam Pemungutan Pajak
  3. Batalkan kenaikan gaji dan tunjangan DPR RI dan Segera buat sistem Transparansi Pendapatan, Gaji dan Tunjangan DPR dan DPRD
  4. Sahkan Undang-Undang Perampasan Aset
  5. Pecat anggota DPR RI yang arogan
  6. Hukum berat koruptor
  7. Revisi APBN yang tidak perlu
  8. Ciptakan lapangan kerja
Baca juga :  Ditetapkan Sebagai Tersangka Tipikor, PHMI Mendesak Rahmat Atong Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi Segera Dipecat dari ASN

Sebagaimana telah terjadi gelombang kerusuhan yang melanda beberapa wilayah di Indonesia pada Agustus 2025 menyisakan luka mendalam. Tak hanya fasilitas publik yang jadi sasaran, sejumlah rumah pejabat negara juga tak luput dari amukan massa. Di antaranya adalah kediaman pribadi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta beberapa anggota DPR RI.

Hermanto mengatakan, penyerangan terhadap rumah pejabat negara bisa dimaknai sebagai simbol protes keras terhadap pemerintah.

“Ini jelas menurunkan wibawa negara di mata publik. Pemerintah harus segera melakukan pendekatan hukum dan juga sosial untuk meredam gejolak,” katanya.

Segera ambil kebijakan yang memihak pada kepentingan Masyarakat, bukan pada kepentingan para elite politik, tutup Hermanto. (phmi)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Specify Facebook App ID and Secret in the Super Socializer > Social Login section in the admin panel for Facebook Login to work

Specify Youtube API Key in the Super Socializer > Social Login section in the admin panel for Youtube Login to work

Specify Google Client ID and Secret in the Super Socializer > Social Login section in the admin panel for Google and Youtube Login to work

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in the Super Socializer > Social Login section in the admin panel for Instagram Login to work

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

                        MARS PHMI

Bantu PHMI mewujudkan bantuan dan gerakan hukum bagi masyarakat miskin, termarjinalkan, korban ketidakadilan yang sulit mengakses pendampingan hukum.

Tabloid PHMI Edisi Oktober 2025

error: Content is protected !!